Arbanat

Arbanat-1

Alat Musik mirip Rebab

Di tengah menjamurnya aneka jenis kuliner modern yang ada di Kota Batu, ternyata jenis makanan tradisional yang satu ini masih bertahan hingga saat ini. Nama makanan tersebut adalah Arbanat, atau ada juga yang menyebutnya dengan Arum Manis. Penjualnya biasanya bapak-bapak yang sudah tua, sederhana, dan mengenakan topi bundar dari anyaman rotan atau berbahan kain berwarna hitam.

Bapak penjual Arbanat ini akan membawa semacam kaleng krupuk dalam posisi horisontal dengan dua wadah, satu wadah untuk Arbanatnya, dan satu wadah lagi untuk tempat uang. Untuk menarik pembeli, sambil berjalan mengitari kampung, Bapak penjual ini akan memainkan alat musik semacam Rebab dengan bunyi yang asal terdengar, lain dengan Rebab yang asli. Alat musik ini pun hanya dibuat dari kayu yang asal-asalan, kaleng bekas untuk resonansi suaranya, senar yang mungkin dari kawat kecil, serta alat gesek. Bunyinya cukup nyaring, sehingga dari jarak cukup jauh bisa terdengar.

Cara penyajian Arbanat ini pun sangat sederhana. Arbanat akan diberikan kepada pembeli hanya dengan diberi alas potongan kertas bekas berbentuk kotak. Warna Arbanat ini biasanya adalah pink atau agak oranye. Rasanya manis dan lengket karena kandungan gulanya cukup banyak.

Bahan untuk membuat Arbanat sangatlah sederhana yaitu:

Bahan :

  • Gula Pasir
  • Air Putih
  • Pewarna makanan

Cara membuat :

  1. Masak gula pasir sampai berwarna coklat agak orange boleh dikasih perwarna makanan, tuangkan diatas sebuah mika.
  2. Tunggu sampai agak kering jangan terlalu kering.
  3. Tarik sampai agak melebar lalu bentuk seperti angka 8 tarik lagi & seterusnya seperti itu sampai membentuk seperti rambut.
  4. Arbanat siap di konsumsi.
Penjual Arbanat dan Cara Penyajiannya

Penjual Arbanat dan Cara Penyajiannya

Dulu, para penjual Arbanat ini jamak kita temui di depan sekolah-sekolah dan di gang-gang atau jalan-jalan kampung, namun kini jumlah mereka semakin sedikit. Maraknya aneka jenis makanan anak-anak secara tidak langsung mempengaruhi penjualan Arbanat. Mungkin perlu tempat / wahana khusus untuk menampung aneka jenis makanan tradisional sehingga generasi muda masih dapat mengenalnya, sementara bagi generasi tua, mungkin banyak kenangan atau kisah tentang jajanan tradisional tersebut.

***

29 Januari 2014 | By: Jatz

Sumber:

berita.grosirkeripik.com | inspiring-aya.blogspot.com |

edi-supeni.blogspot.com | bchree.wordpress.com | kaskus.co.id |

___________________

Advertisements

One thought on “Arbanat

  1. Pingback: makanan-makanan 90′ – DRWS culinary!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s