Jembatan Kampung Hendrix

Jembatan yang sekarang menjadi gapura masuk menuju “Kampung Hendrik”di Desa Ngaglik Kota Batu ini prosesnya sangat panjang. Menurut kisahnya, dulu jembatan ini tidak ada sama sekali, sehingga Kampung Hendrik dan jalan menuju ke jalan besar Panglima Sudirman terpisah oleh curah / jurang yang cukup lebar.

Menurut cerita, jika kita akan menuju Kampung Hendrik dari arah jalan masuk di sebelah Kantor Pos, maka kita harus berjalan menuruni jalan setapak di bibir curah/jurang sampai ke dasar jurang, lalu menyeberang ke bibir jurang di sisi satunya, dan kemudian naik jalan setapak lagi hingga sampai ke jalan menuju Kampung Hendrik. Hal ini sudah berjalan bertahun-tahun. Akses jalan setapak ini pun di musim hujan tidak dapat dilewati karena cukup licin dan berbahaya.

Kemudian atas gagasan penduduk setempat, maka dibangunlah jembatan kecil dari bambu yang ditopang dengan bambu-bambu panjang di kedua sisi jurang, namun ini pun hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki. Berkali-kali jembatan ini rusak karena penyangganya roboh terkena arus air saat musim hujan.

Kemudian pada sekitar tahun 1990 an atas kerja keras penduduk setempat dan pihak-pihak yang peduli dengan kondisi jembatan tersebut, maka dibangunlah sebuah jembatan yang permanen yang kokoh dan dapat dilewati oleh kendaraan roda empat. Sekitar tahun 1996 di sebelah selatan jembatan ini kemudian juga dibangun sebuah gapura dengan desain seperti pintu gerbang sebuah benteng bertuliskan “Welcome Hendrix.”

***

Jatz, 15 Agt 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s