Prapatan Senisono

Perempatan yang merupakan persimpangan Jalan WR Supratman dan Jalan Agus Salim ini dulu dikenal dengan nama “Prapatan Senisono”. Mungkin bagi generasi muda wongbatu, istilah ini asing dan tidak mereka mengerti.

Dahulu di dekat perempatan ini, tepatnya di Jalan Agus Salim, ada sebuah bioskop dengan nama “Senisono.” Jarak gedung bioskop tersebut dengan perempatan hanya sekitar 25 meter, mungkin karena jarak yang begitu dekat tersebut akhirnya wongbatu menyebut perempatan tersebut dengan nama Prapatan Senisono.

Keadaan sehari-hari di perempatan ini cukup padat mulai dari siang hingga sore hari, dan menjelang malam jumlah kendaraan mulai berkurang. Namun saat akhir pekan dan hari-hari libur perempatan ini sangat padat dan sering terjadi kemacetan panjang meski sudah ada fasilitas lampu merah.

Di pojok perempatan saat ini digunakan untuk pangkalan ojek yang mengisi waktu mereka dengan bermain catur sambil menunggu penumpang. Kadang terlihat juga ada gerobak atau wongbatu menyebutnya dengan “rombong” penjual bakso yang ikut nongkrong di pojok tersebut.

Prapatan Senisono, sebuah perempatan yang meninggalkan kenangan akan bioskop Senisono, serta pernik-pernik peristiwa dan nostalgia Kota Batu tempo dulu…

***

Jatz, 22 Januari 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s