Blumbang Macari…kolam renang gratis…

Jika mendengar nama “Macari”, maka yang pertama terbayang adalah sebuah sumber air dengan kolam yang terbentuk secara alami atau wongbatu biasanya menyebutnya dengan “blumbang” di ujung utara Jl. Lahor – Kota Batu. Dulu blumbang ini hanya kecil, tetapi kemudian diperluas hingga akhirnya blumbang ini menjadi ajang renang gratis bagi anak-anak serta digunakan masyarakat setempat untuk…

Ororombo, dari sepi sampai macet…

Jalan Oro-oro Ombo atau biasa disebut Ororombo ini memang dulu sekitar tahun 1970-an hanyalah jalan dengan kondisi aspal yang berlubang di sana-sini dan begitu sempit. Sebelum ada Jalibar (Jalur Lintas Barat) seperti sekarang, jalan ini menjadi satu-satunya jalan dari arah pusat Kota Batu menuju desa-desa di daerah Kota Batu bagian selatan.

Sedikit tentang Jl.Ridwan…

Jl.Ridwan di Desa Ngaglik ini dulu bisa dikatakan merupakan “jalan buntu” karena ujung dari jalan ini adalah berupa ladang jagung yang hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki di bagian pinggir di sebelah selatan dari ladang. Sepeda motor bisa juga memaksakan lewat namun itupun tidak leluasa karena jalan tanah yang cukup sempit dan licin di saat…

Jembatan Kampung Hendrix

Jembatan yang sekarang menjadi gapura masuk menuju “Kampung Hendrik”di Desa Ngaglik Kota Batu ini prosesnya sangat panjang. Menurut kisahnya, dulu jembatan ini tidak ada sama sekali, sehingga Kampung Hendrik dan jalan menuju ke jalan besar Panglima Sudirman terpisah oleh curah / jurang yang cukup lebar.

Warung Teruna, sejak 1947

Foto yang diambil kira-kira tahun 1997 ini kiriman dari Vanessa Catzo, cucu dari pendiri Warung Teruna yang menurut kisahnya sudah ada sejak tahun 1947. Dari pertama dibuka hingga kemudian dilanjutkan oleh ibunda dari Vanessa Catzo tetap menggunakan nama Warung Teruna. Warung ini dulu berada di Jl.Munif Kota Batu, satu deretan dengan Toko Busana milik Bang…

Gang Garasi, dulu memang benar-benar sebuah garasi…

Selalu ada kisah dibalik sebuah nama. Seperti Gang Garasi yang merupakan percabangan dari Jl.Panglima Sudirman. Bagi generasi muda wongbatu, nama ini tentu terdengar aneh, karena nama sebuah jalan atau gang pada umumnya diambil dari nama pahlawan, gunung, danau, bunga, sungai, atau binatang. Namun gang yang satu ini bernama garasi. Mengapa garasi?